Sabtu, 07 Mei 2016

Polisi vs Opm (Parang Terbuka)


tidak lama ini,tepat 8 januari 2016, majalah tempo edisi cetak,mengangkat topik utama tentang  perang terbuka antara polisi versus opm beredar luas di dunia maya,

cover depan majalah,foto kapolda papua, Paulus Waterpauw,terpampang besar dan ramai bahas di media sosial seperti facebook, twitter dan line,

  berita perang terbuka polisi Vs opm di nilai sebuah opini  yang di sebarluas melalui media sosial dan media nasional  untuk  mempengaruhi rakyat indonesia,

pantauwan media ini, isu perang terbuka yang update di facebook menjadi topik hangat bahkan menuai ribuan komentar dari fans forum suara rakyat papua ketika itu,

dalam komentar, kebanyakan orang mengkriminal OPM,kebanyakan lain justru mempertanyakan berita propaganda  tersebut..?

apa maksudanya polisi vs opm..?kita bisa ketahui bahwa, stigma negatif yang alamatkan  negara kepada orang papua yaitu "opm" opm itu separatis dan opm adalah pengacau keamanan dll

sebenarnya opm itu "organisasi papua merdeka" organisasi yang mempertahankan sejarah, oragnisasi mempertahan identitas orang papua,mulai dari tahun 1971 hingga saat ini, masih eksis menentang kekuasaan indonesia di tanah  papua”

 jika polisi mau perang terbuka dengan opm berarti negara mau perang terbuka dengan semua orang papua, kenapa.? karena opm adalah identitas orang papua, opm mempertahankan sejarah papua, opm itu jati diri orang papua,dll


menurut analisa media ini, perang terbuka yang maksudkan apara negara yitu sebgai berikut yaitu “perang terbuka dan perang terselubung”

perang terbuka  “bukan” baku tembak dengan tpn/opm di hutan”  namun perang terbuka dengan orang papua karena opm (semua orang papua) dan perang terbuka dengan orang papua harus dilakukan karena negara tidak mampu mengindonesia orang papua,

sementara itu, perang terselubung yaitu perang secara rahasia, aparat keamanan dalam hal ini tentara dan polisi atas nama negara indonesia merancang strategy pembunuhan misterius dan pembunuhan secara tersistem (adu domba, pembuhan massal dan pemnuhan dengan virus)

misalnya kematian masal,seperti kasus Gor di nabire, perang terselubun, pembunhan penculikan dan pemusnahan etnis melalui virus,misalnyanya  virus HIV/AIDS, 

jadi opni perang terbuka yang di wacanakan aparat negara (polisi) dinilai bukan perang dengan tpn/opm tapi perang denga orang papua terhadap keinginan melepaskan diri dari klonialisme indonesia terhadap papua  (MethuCs/Jejak)

0 komentar:

Posting Komentar